Tujuh Kebohongan Ibu dalam Hidupnya..

7 KEBOHONGAN IBU DALAM HIDUPNYA

Tahukah anda bahwa ibu sering berbohong????

Kalau anda tidak percaya, ini buktinya…
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika aku kecil ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”

KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Ketika dewasa, ibu slalu memberikan makanan bergizi, ketika aku berbagi ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan itu”

KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ibu slalu bekerja sampai larut malem, aku berkata : ”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”

KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Ibu slalu menemani ujian ketika selesai ibu slalu menyambutku dan memberiku minum dingin ketika aku berbagi Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”

KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku lulus sekolah dan bekerja. ibu selalu menolak jika aku membantu dan ibu bersikukuh tidak mau menerima uang dariku. Ibu berkata : “Saya punya duit”

KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus S1, aku ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di Amrik, aku bekerja di perusahaan Amrik dg gaji tinggi, aku bermaksud membawa ibuku menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”

KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Usia ibu sudah tua dan sering sakit2an, Aku melihat ibu yang terbaring lemah. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Saya percaya teman2 tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ” Coba pikir, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah2 aktivitas yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s