Warga adakan Acara Tumpengan, Evan Dimas malah tidur

Pasca memastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-19 Myanmar, skuad Timnas Garuda dipulangkan ke daerah masing-masing. Kepulangan para pemain yang disebut-sebut sebagai generasi emas Indonesia tahun ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Suasana sedikit berbeda justru terlihat ketika kapten Timnas U-19, Evan Dimas Darmono pulang ke rumahnya di kawasan Surabaya barat yang berbatasan dengan Gresik. Ditemui VIVAbola, Evan menuturkan tak ada sambutan resmi dari instansi pemerintah. 

Namun dia masih bisa bersyukur karena rekan-rekannya di Ngemplak RT 3 RW 5, Kelurahan Made Kecamatan Sambikerep, bergantian datang menyambutnya. Hanya saja ada cerita unik ketika ibunya, Nyonya Ana menceritakan Evan pulang langsung tidur dan tidak mengetahui jika ada acara khusus yang dipersiapkan warga setempat. 

“Kami sudah siapkan acara tumpengan sebagai wujud syukur atas prestasi yang didapat Evan. Tapi ya itu, Evan pulang langsung tidur enggak tahu kalau ada acara tumpengan,” ucap Nyonya Ana sambil tersenyum ketika ditemui di rumahnya, Jumat kemarin.

Perkataan sang ibu dibenarkan Evan. Sikap itu menguatkan kesan jika mahasiswa semester III Fisip fakultas Ilmu Administrasi Negara itu sedikit alergi dengan acara yang berbau hura-hura. “Bukannya tidak senang. Tapi saya memang butuh istirahat,” jawabnya.

Kini dengan jadwal libur pemusatan latihan, Evan mengisi dengan agenda latihan sendiri. Kesempatan itu juga digunakan untuk menjalin lagi silaturahim dengan rekan-rekan kampungnya, rekan setimnya kala masih di Mitra Surabaya maupun dengan beberapa figur yang disebutnya sangat berperan dalam kariernya.

“Tidak ada jadwal rutin untuk latihan setelah libur. Tapi sebagai bentuk tanggung jawab saya kepada negara, latihan fisik tetap saya lakukan. Ya bisa dengan jogging di sekitar rumah maupun ikut latihan di Mitra.” 

“Jika capek, berhenti latihan dan santai di rumah atau kalau sudah bosan paling cari hiburan dengan nongkrong di warung kopi atau main bilyar di depan rumah,” terangnya.

Pernyataan pemain yang pernah mengecap kursus singkat di akademi Barcelona itu, didukung dengan kondisi geografis lingkungannya. Letak rumah Evan jauh dari pusat hiruk pikuk kota Surabaya. Bahkan suasana pedesaan masih kental terasa. 

Bahkan ketika ditemui, Evan yang baru akan beranjak istirahat sebelum menunaikan sholat Jumat itu, seolah tidak menunjukkan bahwa dia sudah menjelma jadi bintang besar lapangan hijau. Tak hanya level Surabaya tapi juga nasional. 

Beberapa tetangga kampungnya yang datang untuk minta tanda tangan, tetap dilayani dengan ramah. “Besok (hari ini, red) guru saya di SDN Made I dan SMA Safta meminta saya datang ke sekolah. Nggak tahu untuk apa. Tapi saya senang-senang saja, kangen lihat sekolah saya dulu,” tutupnya. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s