Foto-foto Banjir Pamanukan

Setelah beberapa hari terendam banjir, Alhamdulillah semua aktifitas sudah kembali berjalan normal. Berbagai kisah pilu yang terdengar disetiap peloksok kecamatan Pamanukan mewarnai pahit getirnya warga Pamanukan. Entah apa yang sebenarnya terjadi di Pamanukan, semua seolah menutup mata, media terlalu fokus pada Jakarta. Padahal banjir di Pamanukan pun lebih parah dari Jakarta.

Jika di Jakarta, Pemerintahnya pun tanggap dalam menghadapi Banjir, sementara di Pamanukan kota yang terbesar di Pantura Subang ini, nyaris terabaikan. Bantuan pun minim, Perahu Penyelamat yang digunakan untuk menyelamatkan warga pun hanya 2-3 buah saja. Dan bantuan itu pun hanya fokus untuk wilayah Pamanukan Kota saja, sementara wilayah selatan Pamanukan seperti Rancahilir dan Bongas hampir tidak ada bantuan sama sekali. Minimnya bantuan ini, juga ditulis oleh beberapa media.

Minimnya bantuan ini menyebabkan 8 nyawa melayang. Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Budi Subiantoro. Menurut dia, berdasarkan data yang masuk ke posko induk mulai, Sabtu hingga Jumat (18-24/1/2014) tercatat ada delapan orang yang meninggal dunia.

“Dua dari delapan orang itu dua orang yang mengalami gangguan jiwa, satu balita, dan lima orang usia lanjut,” katanya.

Dikatakannya, korban meninggal itu bukan karena terseret arus air, tetapi meninggal di pengungsian dan sudah sakit sebelumnya. Lima orang yang meninggal itu dikarenakan kedinginan, menderita darah tinggi, penyakit ginjal, dan kecing manis, usianya antara 50 – 90 tahun.

“Kalau balita meninggal karena pecah air ketuban, lalu dirujuk ke RSUD Ciereng. Namun tak tertolong, meninggal dunia,” paparnya.

Data warga yang meninggal selama banjir, yaitu Senin (20/1/2014 ) tercatat dua orang yang mengalami gangguan jiwa, Selasa (21/1/2014) tiga orang meninggal yaitu Mukoyah (90), dan Mari (70) Warga Desa Mulyasari Pamanukan, serta Marsinih (60) warga Desa Tanjung Tiga Kecamatan Blanakan.

Kemudian pada Rabu (22/1/2014) seorang bayi yang baru lahir anak dari Linda warga Desa Pamanukan, dan Ujang (50) warga Desa Mulyasari.

Sedangkan, Kamis (23/1/2014) yang meninggal Darkinah (63) warga Tegal Sari Desa Legon Wetan, serta Jumat (24/1/2014) yang meninggal Kunang (55).

Berikut foto-foto saat Pamanukan terendam banjir.









2 thoughts on “Foto-foto Banjir Pamanukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s