Obrog, tradisi membangunkan sahur ala Pantura

Seperti biasa pada bulan Ramadhan, pada umumnya orang membangunkan sahur dengan cara, melalui pengeras suara di masjid atau mushola, namun ada juga orang yang berkeliling sambil berteriak-teriak atau memukul beduk atau kentongan keliling kampung.

Tapi berbeda dengan wilayah pantai utara, mulai pantura Subang,  Indramayu, Cirebon & Brebes. Di daerah pantura ini menjelang sahur akan ramai dengan Obrog. Obrog yaitu suatu rombongan orang yang membangunkan sahur dengan menggunakan alat musik tradisional seperti rebana, bedug, kentongan atau juga menggunakan alat musik modern seperti gitar, gendang, drum, atau organ. Namun ada juga rombongan obrog yang tidak menggunakan alat musik, tetapi menggunakan vcd, mp3 player, atau HP yang disambungakan dengan sound system,dan sebuah genset sebagai sumber listriknya. Peralatan obrog ini biasanya dibawa dengan roda yang ditarik bersama2. Mereka biasanya sudah mempunyai tugas masing-masing.

Rombongan obrog biasanya sudah mulai berkeliling kampung mulai dari jam 12 malam sampai jam 3 pagi. Tiap rombongan biasanya lebih dari 10 orang. Personilnya pun bervariasi, mulai dari anak-anak sekolah,remaja,sampai orang tua. Tapi biasanya mereka punya kelompok masing-masing.

Anak2 usia sekolah biasanya menggunakan alat obrog sederhana, hanya bermodalkan bedug yang ditarik oleh roda, alat musik lainnya pun hanya alat musik seadanya, seperti kaleng, botol, tutup panci dan sebagainya.

Sementara untuk remaja, biasanya mereka menggunakan alat musik modern atau bahkan ada yang hanya bermodal HP dengan amplifier. Sementara bapak-bapak menggunakan alat musik tradisional, seperti rebana, bedug, gong dan sound systemnya pun hanya sebuah Toa yang diangkut sebuah sepeda.

Lalu motivasi apa yang membuat mereka membuat  grup obrog?

Ekonomi..ya motivasi ekonomi mungkin adalah motivasi mereka. Karena mereka biasanya menjelang H-7 lebaran mereka sudah berkeliling kampung siang hari dengan membawa alat obrognya untuk meminta sumbangan dari rumah ke rumah.Untuk besar sumbangannya pun tidak ditarget, mulai dari seribu sampai sepuluh ribu, bisa juga menggunakan beras. Mereka biasanya meminta sumbangan dengan membawa baskom atau juga boboko (tempat nasi ala sunda).

Nah di kampung saya juga saat ini, sedang marak orang yang minta sumbangan obrog ini, karena setiap hari ada saja rombongan obrog yang minta sumbangan. Tiap hari minimal dua rombongan dan maksimal tujuh rombongan. Saya pun tidak tahu pasti berapa jumlahnya grup obrog yang ada dikampung saya. Buanyakkk kali ya???

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s