2 Siswa SMA Indonesia, ikut seleksi NASA

2 Siswa SMA asal Toba Samosir Ikut Seleksi NASA di AS
Dua siswa SMA Unggul Del di Toba Samosir, Gilbert Nadapdap dan Gomos Parulian Manalu mengikuti seleksi National Aeronautics and Space Administration (NASA) di San Jose, Amerika Serikat. Salah satu kegiatan belajar mengajar di SMA Unggulan DEL. (Ist)
MEDAN – Dua siswa SMA Unggul Del masing-masing Gilbert Nadapdap dan Gomos Parulian Manalu mengikuti seleksi National Aeronautics and Space Administration (NASA) di San Jose, Amerika Serikat. Dua murid berprestasi ini berangkat ke Amerika Serikat, Minggu 24 Januari 2016 didampingi dua gurunya Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi.

Kepala SMA DEL di Laguboti, Toba Samosir, Alfred H Silalahi mengatakan, dua muridnya tersebut merupakan siswa terbaik mereka.

Karena pada umumnya siswa yang belajar di DEL merupakan anak-anak terbaik yang sudah diseleksi lewat sejumlah tahapan. Alfred memaparkan, Gilbert Nadapdap adalah siswa asal Pematang Siantar sementara Parulian Manalu merupakan siswa asal Tebing Tinggi.

Kedua siswa yang sudah diberangkatkan ke NASA tersebut merupakan murid yang  memiliki keistimewaan dalam berbagai hal. Bahkan unggul untuk beberapa bidang studi termasuk Kimia, Fisika, Bilogi, Bahasa Inggris dan Matematika.

Keduanya dibawa ke NASA karena memang merekalah yang ikut terlibat bersama dua guru yang saat ini mendampinginya ke negeri Paman Sam tersebut.

“Awalnya penelitian inikan kita mengirimkan dua guru kita untuk belajar di NASA. Setelah pulang mereka mengaplikasikan pengetahuan mereka di DEL dan mengajarkannya kepada siswa-siswa kita,” katanya, Selasa (26/1/2016).

Silalahi mengatakan, bahwa dua siswa dan dua guru tersebut telah melakukan berbagai uji coba di lingkungan sekolah mereka. Bahkan mereka sudah menghabiskan waktu dan tenaga untuk pencapaian yang  membanggakan saat ini.

Karena itu, Silalahi berharap kehadiran dua siswa dan keberangkatan mereka menuju NASA dapat menjadi inspirasi bagi pengambangan dunia pendidikan di daerah dan di nusantara.

Karena secara umum mereka dibina di DEL untuk membangun bangsa yang lebih baik dengan pola pendidikan Iman, Hati dan Kepintaran.

Jika melihat mata pelajaran yang dipelajari di DEL dan sekolah lain, pada dasarnya tidak ada perbedaan.
Namun pihak pengelola sekolah DEL memberikan jam belajar tambahan untuk setiap bidang studi.

Sehingga siswa dapat belajar dan memahami pendidikan itu lebih baik. Silalahi mencontohkan salah satu keberhasilan mereka dalam mendidik siswa dapat dilihat dari tingkat kelulusan serta kemampuan untuk masuk perguruan tinggi terfavorit di Indonesia dan di luar negeri.

Bahkan dia memperkirakan sedikinya 98% dari 108 angkatan pertama SMA unggulan DEL masuk perguruan tinggi terbaik.

“Ini salah satu bukti bahwa kita mendidik mereka dengan pola yang sangat baik. Termasuk dari aspek kedisiplinan dan aspek pemahaman tentang pendidikan itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dikutif dalam akun Facebooknya mengatakan, bangga melihat anak-anak didiknya dari kampung Sitoluama-Sumut ini mampu melewati proses seleksi yang dilakukan oleh NASA.

Hingga sekarang mereka berhasil masuk pada tahapan terakhir tes di NASA. Tes terakhir ini akan menentukan apakah micro lab mereka yang meneliti tentang “micro-aerobic fermentation in space with micro gravity” layak diterbangkan ke stasiun ruang angkasa milik NASA tahun ini.

“Sebelum mereka bertolak ke Amerika, saya berpesan kepada mereka bahwa selama di San Jose, mereka bukan hanya mewakili SMA Unggul Del tapi juga mewakili seluruh anak-anak SMA di Indonesia. Kepada Gilbert Nadapdap, Gomos Parulian Manalu serta kepada Ibu guru Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi, saya ucapkan selamat bekerja dan selamat berjuang! Tunjukkan bahwa orang dari kampung juga bisa tampil di kelas dunia,” kata Luhut.

Status Luhut tersebut mendapat ribuan respon positif dari para pengguna jejaring sosial. Pasalnya untuk pertama kalinya siswa yang belajar di salah satu kabupaten di kawasan Danau Toba berhasil melewati seleksi yang dilakukan oleh NASA tersebut.

Bahkan jika test terakhir mereka berhasil maka micro lab milik mereka akan diterbangkan ke angkasa luar. Dengan kata lain, siswa yang belajar di salah satu Kecamatan di Tobasa tersebut akan menyapa angkasa luar dengan penelitian dan pengembangan pendidikan yang mereka lakukan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Tobasa, Lalo Hartono Simanjuntak mengatakan, bahwa mereka sangat bangga ketika mengetahui keberhasilan pendidikan yang dicapai oleh DEL.

Secara khusus DEL telah memperkuat ikon Tobasa sebagai kota pendidikan, dan akan menjadi inspirasi untuk pemerintah daerah agar membangunan dunia pendidikan yang lebih baik.

“Kita sangat bangga, sekolah di kabupaten kita berhasil mendidik anak hingga dapat terbang ke Amerika dan ini harus kita dukungan dengan berbagai cara,” katanya.

Simanjuntak mengatakan, bahwa selama ini harus diakui pola dan sistem pendidikan di DEL merupakan pola terapan pendidikan yang sangat baik bahkan mendekati sempurna.

Karena untuk masuk ke DEL sendiri para siswa harus diseleksi dengan ketat serta harus mengikuti berbagai prosedur yang menjadi ketentuan mutlak pendidikan di lingkungan itu.

“Jadi kalau untuk seperti DEL kita sangat sulit, namun jika menjadikan DEL sebagai referensi saya kira masih sangat mungkin untuk pengembangan mutu pendidikan,” tandasnya.

Sumber : Sindo News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s